Islam, Politik dan Pancasila

Oleh: Jusman Dalle* -  TAK dapat dimungkiri, hingga kini Pancasila sebagai ideologi negara masih terus menuai diskursus di kalangan umat Islam. Sebagian memandang Pancasila sebagai thagut dan rentan menjatuhkan ke lembah kesyirikan, sebagian lagi bersikap akomodatif. Pancasila yang berakar dari sejarah, agama, adab atau budaya, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang saat NKRI masih berbentuk kerajaan, diterima sebagai ideologi negara yang mengatur keanekaragaman Indonesia, (bukan ideologi yang dipaksakan untuk individu). Perjalanan Pancasila Diskursus tersebut tentu tidak lepas dari sejarah perjalanan umat Islam dengan Pancasila. Pancasila mula-mula digagas dan disampaikan saat Muhammad Yamin berpidato pada 29 Mei 1945. Oleh Soekarno, pada 1 Juni 1945, kemudian...

Stukstur Sosial Islam

Oleh: Marah Halim* - KESEIMBANGAN dalam semua aspek kehidupan adalah idealisme Islam. Islam datang di tengah situasi dan kondisi sosial yang betul-betul bobrok hingga disebut zaman jahiliyah. Strata sosial dalam masyarakat Arab jahiliyah sangat timpang. Perbudakan merajalela, kaum wanita ternista, moralitas berada di titik nadir, dan yang berlaku adalah hukum rimba, homo homini lupus. Kedatangan Islam, menurut Fazlur Rahman dalam “Islam”-nya, pada awalnya memberikan penekanan utama pada prinsip monotheisme, tertib moral, dan keadilan sosial ekonomi. Prinsip-prinsip inilah yang membuat berang pemuka Quraisy karena menganggap prinsip-prinsip itu mengancam eksistensi mereka. Penekanan Muhammad pada keadilan ekonomi jelas membuat tersinggung kelompok oligarkhi yang menguasai perekonomian Mekkah....

SOSOK ORIENTALISME DAN KIPRAHNYA

Oleh: Tabrani. ZA Al-Asyhi- - Kegiatan orientalis ini bermula di Spanyol (Andalus) pada tahun ke tujuh Hijriyah ketika sedang berlakunya peperangan antara pasukan Salib dengan kaum muslimin. Maka Alfonso, Raja Kastilia, memanggil Michael Schot untuk membahas ilmu-ilmu kaum muslimin dan peradaban mereka. Lalu Schot mengumpulkan pendeta-pendeta di daerah yang berdekatan dengan kota Toli-Toli dan mereka terjemahkan beberapa buku berbahasa Arab ke dalam bahasa Prancis. Kemudian Schot menyerahkannya kepada Raja Sicilia yang telah memerintahkan pembuatan naskah tersebut dan mengirimkannya ke Universitas Paris sebagai hadiah. Dan Uskup Agung Toli-Toli,...

Mengikuti Salaf, Ideologi atau Metodologi?

Oleh Ahmad Arif* –  Di antara berkah pasca tumbangnya rezim Soeharto di akhir abad ke 20 silam adalah munculnya berbagai gerakan keIslaman. Sayangnya, tidak semua gerakan tersebut bersifat konstruktif. Malah ada kecenderungan menguatnya entitas yang membenarkan radikalisme dan anarkisme. Hal ini bertolak belakang dengan mayoritas muslim negeri ini yang dikenal dengan sikap moderat dan toleran. Akibatnya, bukan kebanggaan yang diperoleh umat Islam di Indonesia, yang ada malah kesengsaraan dan kenistaan. Islam pun kemudian menjadi ‘tersangka’ dan seringkali ‘ditelanjangi’ baik oleh para intelektual muslim diabolis, terlebih lagi pihak-pihak yang memang tidak suka melihat progresifitas Islam dan umatnya. Kelompok ‘Radikal’ Memakai baju koko berwarna putih, bersorban atau berpeci,...

DEMOKRASI DAN PLURALISME POLITIK

Oleh: Tabrani. ZA Al-Asyhi* - Keberadaan kekuasaan negara tidak terpisahkan dan bahkan berhubungan secara langsung dengan kekuasaan rakyat.  Penyaluran kekuasaan rakyat dari berbagai jalur pada akhirnya bermuara pada dua jalur inti yaitu jalur partai politik dan non partai politik. Hierarki nilai demokrasi pada puncak tertinggi adalah pluralisme politik. Menurut Ronald H Chilcote (ahli perbandingan politik), bahwa dalam pluralisme politik, nilai demokrasi disandarkan pada keragaman kepentingan dan penyebaran kekuasaan. Inti dari teori ini merujuk pada konsep dasar demokrasi di mana rakyat dengan berbagai kelompok dan beragam kepentingannya diperkenankan untuk menguasai negara melalui berbagai jalur kekuasaan yang telah dibentuk dan dimiliki oleh negara. Seluruh jalur kekuasaan yang...

Mengawal Akidah dari Lembaga Pendidikan

Oleh: Teuku Zulkhairi - - Ditengah dahsyatnya ‘serbuan’ paham-paham yang merusak akidah masyarakat Aceh, dibenak kita muncul satu pertanyaan; sejauhmana peran lembaga pendidikan formal di Aceh membentengi akidah umat? Jika kita telaah lebih lanjut, ternyata pendidikan agama khususnya pelajaran akidah dan pelajaran-pelajaran dasar keislaman lainnya masih dianggap tabu untuk diajarkan di sekolah-sekolah umum dan bahkan sekolah agama sekalipun. Kita bisa melihat, hingga hari ini, berapa lama jam pengajaran pendidikan Islam diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi umum? Misalnya mata pelajaran pokok Islam seperti Sirah Nabawiyah, Tauhid/Akidah, Alquran/Ulumul Quran, Tafsir, Hadist/Ulumul Hadist, Ushul Fikh/Fikih dan sebagainya. Ada sekolah yang bahkan hanya memberikan waktu...

Islam dan Konsep Pluralisme Agama

Oleh: Novendra DJ - - Bagian dari persoalan penting umat Islam adalah memahami dengan baik tentang gagasan (konsep) ‘pluralisme’ yang sejalur dengan totalitas pandangan dan keyakinan agama ini. Apa makna dan bagaimana Islam mendudukkan gagasan ini secara proporsional? Sehingga menerima pluralisme tidak bertabrakan dengan aqidah yang membentuk keyakinan Islam itu sendiri. Istilah ‘pluralisme’ secara umum merujuk pada suatu cara pandang yang berorientasi kemajemukan (kejamakan). Gagasan ini dicangkokan pada berbagai ranah atau berbagai subjek pengetahuan, kemudian mengkristal sebagai suatu isme tersendiri. Namun tulisan ini hanya memfokuskan pada ranah kemungkinan Islam menerima dan memposisikan konsep tersebut terkait eksistensi agama-agama lainnya. Mengingat ada perkembangan...

Yang Terlupakan dalam Pendidikan Kita

Oleh: Tabrani. ZA Al-Asyhi* Salah satu penyebab merebaknya korupsi di Indonesia ialah gagalnya dunia pendidikan dalam pembentukan karakter agar hidup selalu dipandu nurani. Ada kesan kuat, baik guru, orang tua, maupun murid, selalu didorong untuk mengejar dan menghimpun informasi keilmuan sebanyak mungkin, namun melupakan aspek pendidikan yang fundamental, yaitu bagaimana menjalani hidup dengan terhormat. Sebuah cerita, seorang ibu dan anaknya pagi-pagi dengan wajah tegang menuju rumah seorang aparat pemerintah. Mereka melakukan pertemuan tak lebih dari 10 menit. Kemudian ibu dan anak pamit, dan...

Merebut Makna-Belajar Bahasa Kehidupan

 Oleh: Riris K Toha* - - DALAM bahasa yang kita gunakan, kata Ludwig Wittgenstein, ahli filsafat bahasa dari Austria, tersirat suatu orientasi hidup yang bukan saja mencakup konsep yang kita anut mengenai sekitar, melainkan juga perasaan, nilai, pikiran, kebudayaan, hingga takhayul. Bahasa amat penting. Ialah yang menentukan hubungan dan pergaulan dalam segala segi di masyarakat. Dengan bahasa kita dapat menyembunyikan dan mengungkap pikiran, dengan bahasa pula kita mencipta dan menyudahi konflik. Karena bahasa, kita menyerahkan cinta dan dengannya pula kita mengumumkan perang. Singkatnya, bahasa adalah petunjuk kehidupan dan gambaran dunia kita. Padanya ditemukan analisis objektif kehidupan kita. Dengarkan laporan dan berita di televisi, bising ujaran di kampus, dan saksikan kemampuan...

Cinta & Menikah Tanpa Cinta

Oleh: Tabrani. ZA Al-Asyhi - - Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Allah SWT di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya. Sebagaimana Firman Allah SWT, yang artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir , supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (QS. Ar Rum: 21) Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai...

Pages 381234 »