Menyoal Kontribusi Guru Besar

Oleh Arkin -

UNIVERSITAS Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh kembali mengukuhkan tiga guru besar. Mereka adalah Prof Dr Ir Khairil Daud MT (Fakultas Teknik), Prof Dr Raja Masbar M.Sc (Fakultas Ekonomi) dan Prof Dr Ir Husaini MSc (Fakultas Teknik). Rektor Unsyiah Prof Dr Darni M Daud mengatakan, dengan dikukuhnya ketiga guru besar itu, maka Unsyiah telah memiliki 43 guru besar aktif (Serambi, 15/12/2011). Sedangkan IAIN Ar-Raniry saat ini memiliki 17 orang guru besar aktif. Jadi, Aceh melalui kampus “Jantong Hatee” kini memiliki 60 orang guru besar.

Menyoal Kontribusi Guru Besar - Serambi Indonesia

Tata Kelola Syariah Islam

Oleh Marthunis Muhammad -


SEBELAS tahun telah berlalu sejak pemberlakuan syariat Islam ditetapkan oleh Qanun 5 Tahun 2000. Ibarat seorang anak, seharusnya si buah hati sudah mulai terbiasa dengan ibadah dan perilaku shalih karena ajaran dan didikan yang diperoleh sejak dari kelahirannya dan diberi hukuman apabila meninggalkan kewajiban agamanya. Masih teringat suka ceria ketika mendengar berita negeri syariah telah dilahirkan, optimisme membuncah dan bangga akan kabar itu. Terbayang akan akhlak santun dan senyuman si anak yang berpakaian menutup aurat secara sopan dan elegan, selalu bergegas ke masjid dan meunasah saat azan berkumandang dan taushiyah dan toleransi dalam bermasyarakat.


Tata Kelola Syariah Islam - Serambi Indonesia

Ku’eh

Oleh Hasanuddin Yusuf Adan -


ISTILAH ku’eh bukanlah suatu perkataan asing buat orang Aceh yang hidup zaman dulu atau yang hidup di kampung-kampung dalam masyarakat Aceh yang masih tulen. Kalau kita mau cocokkan istilah ini dengan istilah bahasa Melayu ia sederetan dengan perkataan dengki, khianat, cemooh, dendam, menggerogoti, dan menghina. Namun semua istilah Melayu tersebut tidaklah singkron seratus persen dengan istilah ku‘eh karena ku‘eh mengandung makna yang amat mendalam terhadap perbuatan seseorang sehingga dapat mengorbankan orang lain serta pelaku ku‘eh sendiri.

Ku’eh - Serambi Indonesia

Memajukan Wisata Tsunami

Oleh Rahmadhani -

PERISTIWA gempa dan tsunami berkekuatan 8.9 skala Richter yang pernah menimpa masyarakat Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 telah berlalu tujuh tahun lamanya yang masih meninggalkan berbagai kenangan dan cerita duka. Kenangan duka ini tidak akan pernah dilupakan sepanjang hidup masyarakat, khususnya mereka yang langsung mengalami kejadian tersebut. Sebaliknya, semangat kehidupan untuk bangkit kembali dan menatap masa depan yang lebih baik akan terus dilakukan pasca bencana yang pernah terjadi di abad modern ini.

Memajukan Wisata Tsunami - Serambi Indonesia

Haul Sultan Iskandar Muda

Oleh Yusra Habib Abdul Gani -

TEPAT pada 27 Desember 2011, 375 tahun sudah Iskandar Muda meninggalkan kita. Figur politisi Aceh yang ulung di abad ke-16 ini, tetap bersemi dalam sanubari orang Aceh. Walaupun pakar sejarah Aceh tidak lengkap mengisahkan riwayat hidup beliau, tetapi beruntung “La Grand Encyclopedie. An authoritative 17th century French map”, berhasil menunjukkan peta wilayah kedaulatan Royame D’Achem (Kingdom of Acheh) semasa Iskandar Muda berkuasa, meliputi: Sumatera, Tanah Semenanjung Malaya, hingga ke Kalimantan (Borneo) Barat dan Jawa Barat; yang diterbitkan oleh pemerintah Perancis.


Haul Sultan Iskandar Muda - Serambi Indonesia

Rekonsiliasi Politik

Oleh: Mashudi SR -
PERLAHAN tapi pasti, aksi kekerasan menjelang pemilihan kepala daerah mulai terjadi. Dua peristiwa kekerasan terjadi dalam rentang waktu yang sangat berdekatan di penghujung November lalu. Kejadian pertama dilaporkan menimba “rumah politik” sang Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Aksi kedua, juga tidak jauh dari Seuramo Irwandi-Muhyan, di pusat Kota Banda Aceh. Peristiwa terakhir ini, menimbulkan korban tiga warga yang mengalami luka-luka. Adakah rentetan dua peristiwa tersebut jawaban atas asumsi publik, bahwa ia memiliki kaitan dengan agenda politik lokal yang saat ini sedang berjalan?

Sepanjang proses pilkada yang dikonflikkan ini berlangsung, telah banyak yang menjadi “korban politik”. Mulai birokrat yang kehilangan jabatan secara tiba-tiba, kader partai yang dicopot karena berbeda sikap politik, sampai korban masyarakat biasa yang diidentifikasi sebagai pendukung salah satu kekuatan politik.

Rekonsiliasi Politik - Serambi Indonesia