Kebahagiaan adalah Ketika Anda Mengalahkan Rintangan dan Menundukkan Kesulitan. Perihnya Kesukaran Tidaklah Sebanding dengan Lezatnya Kemenangan (Syaikhuna Tabrani. ZA Al-Asyhi)

Saturday, October 29, 2011

Pemuda, Ngajilah!

Oleh Muhammad Yakub Yahya -

LEWAT sisi tes baca Alquran bagi kandidat gubernur dan wakilnya di Masjid Raya Baiturrahman (26/10/2011), rakyat dipermaklumkan akan kaidah dan penilaian mengaji orang kita, cara pemimpin kita baca Kitab Suci, dan tentunya pendidikan politik.

Tgk Akmal Abzal, Komisioner KIP Aceh, mengulangi pada kita pembaca dan pemirsa, bahwa standar “mampu” yang dinyatakan “lulus” oleh aturan pemilu kita, sampai 2011 ini, ialah asal bisa baca saja. Walaupun hanya mengantongi total poin minimal 50. Bobot nilai maksimal memang 100: tajwid 50, fasahah 30, dan adab 20 (Gema Baiturrahman, 14/10/2011). Jadi masalah tajwid (cara baca Alquran yang benar) yang mungkin rusak di sana-sini, mad (panjang pendek bacaan) yang tertukar ke sana ke mari, fasahah yang belum pas halus dan kasar, itu soal nanti.

Pemuda, Ngajilah! - Serambi Indonesia

Pemuda dan Bahasa

Oleh Nazar Shah Alam -

“Kami putra putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”
(Petikan: Sumpah Pemuda)

BAHASA adalah sistem lambang bunyi arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengindentifikasikan diri. Keraf (1994:1) memberikan pengertian bahasa sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Maka kemudian kita mengenal bahasa sebagai lambang atau identitas suatu bangsa. Karena boleh dikatakan hanya bahasalah yang bisa menandai seseorang berasal dari bangsa mana, negara mana, suku apa, bahkan hingga puak (kaum) apa, dan inilah juga yang menggolong-golongkan mereka dalam bangsa-bangsa tertentu.

Pemuda dan Bahasa - Serambi Indonesia

Wednesday, October 19, 2011

'Seuramoe' Korupsi

Oleh Muhammad Mirza Ardi -

BILA kita menonton siaran berita di televisi atau membaca berita nasional di media cetak, bisa disimpulkan bahwa beberapa 'orang baik' di negeri ini sedang berusaha memerangi korupsi. Kasus demi kasus korupsi dikawal ketat oleh LSM anti-korupsi yang dibantu oleh media massa. KPK juga sedang memperkuat diri dengan dibentuknya tim kode etik. Melihat kinerja KPK, masa depan bangsa Indonesia sepertinya ada harapan untuk cerah.

'Seuramoe' Korupsi - Serambi Indonesia

Politik Kaum di Aceh

Oleh M Adli Abdullah -

KETIKA melihat situasi politik Aceh saat ini, saya teringat dengan satu istilah di kalangan orang tua Aceh yaitu politek kawom.
Istilah ini memang jarang diangkat, namun sangat sensitif dibicarakan dalam masyarakat. Hal ini dikarenakan begitu isu perkauman dimunculkan, maka politik sebelah menyebelah akan terjadi. Paling tidak, dalam situasi politik Aceh terakhir ini, kita bisa memahami sedikit bagaimana politik kaum dijalankan.

Singkat kata, politek kawom ini adalah isu SARA di Aceh. Isu ini bisa bisa dilihat dari aspek keturunan suatu masyarakat. Namun, dewasa ini, politek kawom juga berdasarkan topografi kebudayaan. Dalam arti, ketika suatu kawom menciptakan budaya yang menjelma sebagai ideologi, maka budaya dan kawom menjadi pemisah masyarakat. Sehingga muncul istilah awak.

Politik Kaum di Aceh - Serambi Indonesia

Monday, October 17, 2011

Musim ‘Kawin’ Politik

Oleh Saiful Akmal -

‘Jika mas kawinnya pantas, perkawinannya pasti akan berjalan langgeng’ (Abdullah Puteh dalam wawancara dengan International Crisis Center, Februari, 2005)

BULAN-bulan terakhir ini, banyak pasangan memutuskan untuk menikah dan meresmikan hubungan mereka. Pasca-Ramadhan dan Bulan Haji adalah saat yang tepat untuk mengarungi bahtera hidup bersama. Peristiwa sakral ini biasanya diharapkan berlangsung sekali seumur hidup, kecuali memang ada penyebab kedua pasangan berpisah selain kematian, dan berujung pada perceraian atau juga poligami.


Musim ‘Kawin’ Politik - Serambi Indonesia

Pilih Pilkada atau UUPA?

Oleh Syardani M. Syarif -

SETELAH penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005 yang difasilitasi Uni Eropa, pejuang GAM membentuk partai lokal yaitu Partai Aceh (PA).

Melalui partai lokal, pejuang GAM dapat mencalonkan kadernya sebagai calon gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan walikota/wakil walikota. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2006 pasal 91 ayat 1.

Pilih Pilkada atau UUPA? - Serambi Indonesia

Friday, October 7, 2011

Penjahat Besar Bangsa

Oleh Tabrani. ZA -

BEBERAPA bulan terakhir, perhatian kita tersedot oleh gegap gempita persoalan kasus skandal korupsi, mafia hukum, dan makelar kasus (markus). Mulai dari kasus Century, yang sampai saat ini belum selesai-selesai sehingga hilang ditelan masa, kemudian muncul kasus yang sangat mengguncang dunia perpolitikan Indonesia dan partai penguasa di Indonesia, kasus suap wisma atlet dengan aktor utamanya Nazaruddin.
Penjahat Besar Bangsa - Serambi Indonesia

Runtuhnya Etika Sosial - Serambi Indonesia

Oleh Muhajir Al Fairusy -

SEPERTINYA sistem demokrasi yang sedang tumbuh di tengah-tengah manusia Indonesia harus mematikan sebagian nilai dan budaya terutama menyangkut etika sosial dan moralitas yang sering dibina dan dibanggakan oleh para leluhur kita.

Demokrasi adalah pintu kebebasan bagi semua komponen bangsa terutama rakyat untuk berekspresi dan mengutamakan hak dalam segala ruang. Tidak hanya politik, demokrasi juga menyentuh ranah sosial, di mana hak seseorang tidak boleh diganggu gugat oleh orang lain meskipun hak itu tidak dibenarkan menurut adat dan budaya lokal setempat namun demokrasi melegalkannya tanpa harus memahami adat istiadat setempat.
Runtuhnya Etika Sosial - Serambi Indonesia

Sunday, October 2, 2011

Degradasi Identitas Seni Aceh

Oleh Teuku Zulkhairi -

Tanpa jilbab, dengan pakaian yang seksi, gadis-gadis dalam tayangan itu terus menari-nari dengan gaya yang erotis. Mengumbar birahi dan mengundang syahwat bagi yang menyaksikannya. Begitulah kesan sepintas saat menyaksikan lagu-lagu yang diputar dalam sebuah angkutan umum L-300 beberapa waktu lalu ketika penulis melakukan perjalanan dari Bireuen-Banda Aceh. Ironisnya, tarian yang beraroma syahwat tersebut dimainkan oleh gadis-gadis Aceh. Lirik lagu disenandungkan dalam bahasa Aceh. Liriknya tampak tidak ada yang mendidik, apalagi berisi nilai-nilai moralitas. Pemandangan seperti ini mungkin akan lumrah jika terjadi di daerah lain. Namun, ini menjadi berbeda ketika terlihat di Aceh. Dan ternyata, lagu-lagu dengan lirik-lirik Aceh yang mengumbar hawa nafsu syahwati itu banyak beredar di Aceh dalam bentuk CD-DVD. Padahal, dalam tinjauan manapun, dalam sejarahnya, semua tradisi seni dan budaya bangsa Aceh sangat kental dengan nilai-nilai Islam.


Degradasi Identitas Seni Aceh - Serambi Indonesia

Pelitnya Keterbukaan Informasi

Oleh Jafaruddin -

BANYAK indikator untuk mengukur keberhasilan implementasi Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik nomor 14 tahun tahun 2008. Salah satunya warga benar-benar mendapat haknya untuk mengetahui rencana, program, dan proses pengambilan kebijakan dan keputusan publik beserta alasannya. Kemudian masyarakat aktif berpartisipasi dalam proses pengambilan kebijakan publik. Masyarakat berperan aktif turut mendorong terwujudnya badan publik yang baik.

Pelitnya Keterbukaan Informasi - Serambi Indonesia

Be our fan on Facebook